18 Des 2014

Pengertian Batu Empedu

Apa pengertian batu empedu?

Batu empedu adalah batu yang terbentuk di dalam saluran atau kandung empedu. Saluran empedu adalah saluran yang menghubungkan hati - kandung empedu - usus halus.

Ada dua jenis batu empedu, yaitu batu kolesterol dan batu pigmen. Ciri batu kolesterol adalah berwarna kuning kehijauan sedangkan batu pigmen berwarna gelap. Batu kolesterol terbentuk dari kolesterol sedangkan batu pigmen terbentuk dari bilirubin.

Batu empedu dapat menyumbat saluran atau muara kandung empedu sehingga cairan empedu menumpuk di bagian hulu sumbatan. Keadaan ini menyebabkan pelebaran saluran atau kandung empedu dan menimbulkan rasa nyeri. Gejala nyeri biasanya memberat saat kandung empedu meremas isinya agar keluar menuju usus, yang terjadi ketika menerima sinyal adanya makanan di dalam usus. Nyeri akibat sumbatan batu empedu bersifat hilang timbul, tajam, dan dirasakan pada perut kanan atas.

BACA SELENGKAPNYA »

Pengertian Ikterus

Apa pengertian Ikterus?

Ikterus adalah kondisi dimana kulit dan mata berwarna kuning serta air kencing berwarna seperti teh tua. Kondisi tersebut disebabkan oleh meningkatnya bilirubin di atas nilai normal. Kadar bilirubin dapat meningkat pada berbagai macam penyakit, misalnya kerusakan sel darah merah dalam jumlah banyak (malaria), kerusakan sel-sel hati (hepatitis), penyumbatan saluran empedu (batu empedu), dan lain sebagainya.

Bilirubin adalah zat yang berasal dari pemecahan sel darah merah. Normalnya, bilirubin di proses di hati, kemudian dikeluarkan melalui saluran empedu menuju usus. Di usus, bilirubin akan keluar bersama tinja. Bilirubin lah yang menyebabkan tinja berwarna kuning.

Apakah ikterus berbahaya? Jawabannya relatif. Bahaya tidaknya ikterus tergantung pada penyebabnya. Jika penyebab dasarnya dapat diobati dengan baik, maka ikterus akan sembuh dengan baik pula. Begitu pun sebaliknya, jika penyebab dasarnya adalah penyakit yang sulit obatnya misalnya pengisutan hati (sirosis hepatis), maka ikterus dapat dikatakan merupakan kondisi berbahaya.

Bagaimana pengobatan ikterus? Prinsip pengobatannya adalah dengan mengatasi penyebab dasarnya. Misalkan ikterus yang terjadi karena batu empedu, maka dapat dilakukan operasi untuk mengangkat batu sehingga sumbatan hilang. Jika karena penyakit malaria, maka dapat diberikan obat antimalaria untuk membunuh parasit malaria yang menyebabkan rusaknya sel darah merah.

BACA SELENGKAPNYA »

17 Des 2014

Pengertian Sianosis

Apa pengertian sianosis?

Sianosis adalah keadaan yang ditandai dengan kulit, selaput lendir, dan kuku berwarna kebiruan. Keadaan tersebut terjadi akibat kurangnya oksigen di dalam darah.

Oksigen berikatan dengan hemoglobin sel darah merah. Jika jumlahnya cukup, maka darah akan berwarna merah terang. Sedangkan jika terjadi sebaliknya, darah akan berwarna gelap atau kebiruan.

Setiap penyakit atau gangguan yang menyebabkan kurangnya oksigen dalam darah dapat menyebabkan sianosis. Contohnya adalah sakit paru-paru, sesak napas, sakit jantung, dan lain-lain.

Pengobatan sianosis adalah mengatasi penyakit yang mendasarinya dan memberikan oksigen lewat hidung.

BACA SELENGKAPNYA »

Pengertian Pneumonia

Apa pengertian pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada alveoli, yaitu kantong kecil di dalam paru-paru yang menjadi ujung saluran napas dan berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon monoksida.

Gejala utama pneumonia adalah batuk, dahak, demam, sesak napas, sakit kepala, bibir dan kulit berwarna biru (sianosis).

Pengobatan pneumonia tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri, diberi antibiotik, sedangkan jika karena virus, misalnya virus influenza, diberikan obat antivirus (tamiflu, dll). Jika penyebabnya jamur diberikan antijamur, dan jika penyebabnya parasit diberikan antiparasit. Selain itu, untuk mengobati gejala yang timbul dapat diberikan obat penurun demam, obat batuk, dan obat nyeri.

Jika paru-paru mengalami infeksi hebat, terutama pada anak-anak dan orang tua, dapat timbul sesak napas yang berat dan berujung pada kematian.

BACA SELENGKAPNYA »

16 Des 2014

Syarat operasi LASIK

“Setidaknya ada 3 cara untuk mengatasi mata minus, yaitu gunakan kacamata, lensa kontak, atau LASIK”

LASIK (laser-assisted in-situ keratomileusis) adalah prosedur mengubah bentuk kornea dengan tujuan memperbaiki ketajaman penglihatan. Perubahan bentuk tersebut dilakukan dengan bantuan pisau elektrik (mikrokeratom); atau yang lebih canggih menggunakan sinar laser (iLasik).

Sebenarnya tidak hanya untuk mata minus (rabun jauh/miopia), LASIK juga dapat digunakan untuk memperbaiki mata plus (rabun dekat/hipermetropia), dan silindris (astigmatisma). Ukuran yang dapat diperbaiki adalah dari +4 sampai -14 Dioptri. Untuk mata silindris dari -0,5 sampai -5.

Mata sehat

Tidak semua orang dapat menjalani operasi LASIK. Hanya orang yang memenuhi syarat yang diperbolehkan. Berikut beberapa syaratnya:
  1. Usia di atas 18 tahun. 
  2. Ukuran minus, plus, atau silindrisnya stabil, setidaknya dalam 1 tahun terakhir.
  3. Kornea mata yang akan ‘diamplas’ cukup tebal.
  4. Tidak memiliki penyakit mata lain seperti glaukoma, kelainan retina, katarak, dan lain-lain.
  5. Jika wanita, tidak sedang hamil atau menyusui.
  6. Kondisi umum tubuh sehat, tidak menderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit autoimun, dll.
BACA SELENGKAPNYA »

Hati-hati Minum Obat Saat Hamil

Jika anda sedang hamil, hati-hati minum obat. Banyak obat-obatan dapat melewati sawar darah uri (fetoplacental barrier, semacam saringan darah yang terdapat pada ari-ari), kemudian menimbulkan efek buruk bagi janin yang dikandung.

Oleh karena itu, selalulah kritis dengan mencari informasi lain atau second opinion terhadap obat-obat yang anda konsumsi atau yang diberikan atau diresepkan untuk anda.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang pemberian obat selama kehamilan antara lain (MIMS, 1998):
  1. Tidak ada obat yang dianggap 100% aman bagi perkembangan janin.
  2. Obat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada resikonya baik bagi ibu maupun janin. Jika mungkin, semua obat dihindari pada tiga bulan pertama kehamilan (trimester I), karena saat ini organ tubuh janin dalam masa pembentukan.
  3. Metabolisme obat pada saat hamil lebih lambat daripada saat tidak hamil, sehingga obat lebih lama berada dalam tubuh.
  4. Pengalaman penggunaan obat terhadap wanita hamil sangat terbatas, karena uji klinis obat saat hendak dipasarkan tidak boleh dilakukan pada wanita hamil.

Therapeutic Good Administration Australia (TGA, 2005) mengkategorikan obat menurut beberapa kelompok. Pengakategorian tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


Kategori A : Obat-obat yang telah konsumsi oleh sejumlah besar wanita hamil dan wanita usia subur tanpa adanya bukti peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Beberapa obat dalam kategori A adalah :
  • Antasid (Obat Maag)
  • Bisacodyl (Laksatif, obat pencahar)
  • Digoksin (obat jantung)
  • Preparat besi oral (dengan atau tanpa asam folat) (Obat anemia defisiensi besi)
  • Parasetamol (Antinyeri)
  • Dimenhidrinat, Difenhidramin, Metoklopramid (antimuntah)
  • Betametason, Kortison Deksametason, Hidrokortison, Metilprednisolon, Prednisolon, Prednison Triamsinolon (Kortikosteroid)
  • Amoksisilin, Ampisilin (Antibiotik, gol Penisilin)
  • Eritromisin (Antibiotik, gol Makrolida)
  • Kodein, Dekstrometorpan (Antitusif)
  • Ammonium Klorida, Bromheksin, Guaifenesin (Ekspektoran)
  • Efedrin, salbutamol, terbutalin, teofilin derivatif (Obat Asma)
  • Klorfeniramin, difenhidramin, difenilamin (Antihistamin)


Kategori B1 : Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Tidak ada bukti yang menunjukkan peningkatan frekuensi gangguan janin pada penelitian dengan binatang coba.

Beberapa obat dalam kategori B1 adalah :
  • Simetidin, Famotidin, Ranitidin, Sukralfat (Obat Maag)
  • Sefaklor, Sefotaksim, Seftriakson (Antibiotik, gol Sefalosforin)
Kategori B2: Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Penelitian pada binatang jumlahnya sangat sedikit, tetapi dari hasil penelitian yang ada, tidak menunjukkan peningkatan frekuensi gangguan janin binatang coba.

Beberapa obat dalam kategori B2 adalah :
  • Domperidon, Hiosin, Hiosin Hidrobromida (Antimuntah)
Kategori B3 : Obat-obat yang telah dikonsumsi oleh sejumlah kecil wanita hamil atau wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi cacat lahir atau efek membahayakan baik langsung maupun tidak langsung pada janin.

Penelitian pada hewan menunjukkan bukti peningkatan angka kejadian gangguan janin hewan coba. Pada manusia, gangguan janin akibat obat kategori ini masih belum dapat ditentukan.

Beberapa obat dalam kategori B3 adalah :
  • Lansoprazol, Omeprazol, Pantoprazol (Obat Maag)
  • Loperamid (Obat Diare)
  • Griseofulvin, Itrakonazol, Ketokonazol (Antijamur)
  • Siprofloksasin, Ofloksasin (Antibiotik, gol Kuinolon)
  • Asiklovir, Indinavir, Ritonavir, Valasiklivir (Antivirus)
Kategori C : Obat-obat, karena efek farmakologinya, menyebabkan atau dicurigai menyebabkan efek berbahaya pada janin atau bayi baru lahir tanpa menyebabkan cacat lahir. Efek tersebut mungkin reversibel (dapat kembali normal).

Beberapa obat dalam kategori C adalah :
  • Amlodipin, Diltiazem, Nifedipin, Verapamil (Antihipertensi, gol Penghambat Kanal Kalsium)
  • Dihidroergotamin, Ergotamin, Metisergid (Obat antimigrain)
  • Aspirin (Antinyeri)
  • Alprazolam, Bromazepam, Klordiazepoksid, Klobazam, Diazepam, Lorazepam, Midazolam (Obat anticemas)
  • Klorpromazin (Antipsikosis)
  • Droperidol, Haloperidol (Antipsikosis)
  • Diklofenak, Ibuprofen, Ketoprofen, Ketorolac, Asam Mefenamat, Piroksikam (Antinyeri)
  • Kotrimoksazol (Antibiotik, gol Sulfonamid)
Kategori D : Obat-obat yang menyebabkan, dicurigai menyebabkan, atau diperkirakan menyebabkan peningkatan angka kejadian cacat lahir atau kerusakan yang irreversibel (tidak bisa diperbaiki lagi). Obat-obat golongan ini mungkin juga mempunyai efek farmakologi yang merugikan.

Beberapa obat dalam kategori D adalah :
  • Kaptopril (antihipertensi, gol ACE Inhibitor)
  • Losartan, Valsartan (antihipertensi, gol Angiotensin II Reseptor Antagonis)
  • Doksisiklin, Minosiklin, Tetrasiklin (antibiotika, gol Tetrasiklin)
  • Amikasin, Gentamisin, Kanamisin, Neomisin (antibiotika, gol aminoglikosid)
Kategori X : Obat-obat yang berisiko tinggi menyebabkan kerusakan permanen pada janin. Obat-obat ini sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan atau keadaan dimana seorang wanita diperkirakan telah hamil.

Salah satu obat dalam kategori X adalah :
  • Misoprostol (Obat Maag)

Informasi lebih lengkap di sini : http://www.tga.gov.au/docs/html/mip/medicine.htm

Catatan :

Untuk obat pada kategori B1, B2, dan B3, data penggunaan pada manusia kurang atau tidak cukup, oleh karena itu subkategori tersebut didasarkan pada data penggunaan pada hewan coba. Kategori B tidak berarti lebih aman daripada kategori C. Obat-obat pada kategori D tidak secara mutlak dikontraindikasikan pada kehamilan (misalnya, antikonvulsan).

Perhatian : Tulisan ini hanya bersifat informasi semata, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda jika membutuhkan pengobatan.

Referensi :
  1. MIMS Annul 97/98 (1998): Guide to Drugs in Pregnancy. MediMedia International Group.
  2. Therapeutic Goods Administration – TGA (2005) : Prescribing Medicines in Pregnancy, 4th edition. Department of Health and Ageing Therapeutic Goods Administration, Australian Goverment. http://www.tga.gov.au/
BACA SELENGKAPNYA »

Captopril, bolehkah diminum lama?

“Dok, ibu saya menderita hipertensi. Saya lihat, setiap berobat ke dokter, selalu diberi Captopril. Saya ingin menanyakan, apakah tidak ada bahaya minum Captopril terus menerus. Terima kasih sebelumnya atas jawaban Dokter.”

Juga untuk gagal jantung

Captopril merupakan salah satu jenis obat antihipertensi yang sudah cukup lama digunakan. Sekitar 30 tahun, sejak April 1981.

Captopril bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Dengan demikian, aliran darah lebih lancar dan tekanan darah akan turun.

Fungsi captopril bukan hanya sebagai antihipertensi, tapi juga digunakan untuk gagal jantung kongestif, gangguan ginjal akibat diabetes, dan menurut hasil penelitian, dapat meningkatkan harapan hidup setelah serangan jantung.

Cukup Aman

Karena penyakit hipertensi biasanya berlangsung lama, bahkan seumur hidup, maka obat antihipertensi termasuk captopril juga diberikan dalam jangka waktu lama. Amankah hal demikian?

Dalam kebanyakan kasus, cukup aman. Captopril memang dirancang untuk digunakan dalam waktu lama, sepanjang cocok bagi pasien. Memang terkadang timbul efek samping, tapi biasanya masih dapat ditoleransi oleh penderita.

Captopril dianjurkan untuk diminum terus menerus sesuai dosis anjuran. Bahkan walaupun gejala hipertensi seperti sakit kepala atau tegang di tengkuk berkurang atau hilang. Hal ini dimaksudkan agar tekanan darah tetap berada di rentang nilai normal.

Perlu diketahui, salah satu komplikasi hipertensi yang paling ditakuti adalah stroke, yaitu pecahnya pembuluh darah otak akibat naiknya tekanan darah secara mendadak. Nah, dengan meminum captopril secara teratur, diharapkan komplikasi ini tidak terjadi.

Wanita hamil

Walaupun relatif aman, captopril tidak boleh diberikan pada penderita hipertensi yang sedang hamil, karena dapat membahayakan janin. Selain itu, captopril juga tidak boleh diberikan pada ibu menyusui karena captopril akan keluar bersama air susu dan dapat membahayakan bayi.
BACA SELENGKAPNYA »

Baca Juga

    DISCLAIMER

    Semua tulisan yang ada dalam blog IlmuDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami tidak menjamin bahwa semua informasi dalam Blog ini benar, oleh karena itu Kami menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information). Terima Kasih :)