Selasa, 22 November 2005

Striktur Uretra

Pendahuluan

Penyakit striktur uretra telah ditemukan sejak dahulu sejak Yunani Kuno menulis tentang pembuatan drainase vesica urinaria dengan berbagai kateter.

Striktur uretra adalah penyempitan uretra karena berkurangnya diameter dan atau elastisitas uretra akibat digantinya jaringan uretra dengan jaringan ikat yang kemudian mengerut.

Striktur uretra dapat berasal dari berbagai sebab, dan dapat tanpa gejala atau muncul dengan ketidaknyamanan yang berat sebagai efek sekunder dari retensi urin.

Anatomi

Traktus urinarius terdiri atas kaliks mayor dan minor, pelvis renalis, ureter, vesica urinaria dan uretra.

Uretra merupakan suatu saluran fibromuscular yang dilalui oleh urin yang mengalir keluar dari vesica urinaria. Saluran ini menutup apabila kosong.

Uretra pada wanita adalah suatu saluran yang pendek dari vesica urinaria ke ostium uretra eksternal. Panjang 4 cm, terletak di bagian anterior vagina. Muaranya disebut ostium uretra eksternal, berada dalam vestibulum vagina, di ventralis dari ostium vagina, di antara kedua ujung anterior labia minora. Berjalan melalui diafragma pelvis dan diafragma urogenital.

Uretra pada pria termasuk kelenjar prostat, diafragma urogenital, korpus kavernosum uretra sampai bagian akhir glans penis. Mempunyai ukuran sepanjang 20 cm, terbagi atas uretra anterior dan uretra posterior.

Uretra anterior merupakan bagian uretra pria yang memanjang dari bulbus ke meatus di puncak glans penis, menembus korpus kavernosum. Bagian ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian bulbus, pendulous, dan paling distal, bagian glandular. Sedangkan uretra posterior merupakan bagian uretra yang berjalan dari vesica urinaria ke bulbus, dan terdiri dari pars membranous dan pars prostatika.

Pars prostatika berjalan menembusi prostat, mulai dari basis prostat sampai apeks prostat dengan panjang kira-kira 3 cm. 10 Bagian distal dari uretra pars prostatika sedikit lebih lebar daripada proksimal.

Pars membranous berada di antara lapisan diafragma urogenital. Merupakan bagian yang terpendek dan tersempit, serta kurang mampu berdilatasi. Memiliki panjang kira-kira 1-2 cm.

Pars kavernous berada di dalam korpus kavernosum penis, berjalan di dalam bulbus penis, korpus penis sampai ke glans penis panjang kira-kira 15 cm.

Etiologi

Keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan striktur uretra :

„X Infeksi
Infeksi gonorrhea pada uretra biasa menjadi penyebab utama striktur uretra. Namun kini perkembangan antibiotik telah menyebabkan penurunan komplikasi infeksi gonorrhea.

„X Trauma eksternal, seperti trauma menunggang.
Hal ini terjadi bila benda yang keras mengenai dasar perineum seperti sepeda. Fraktur pelvis juga dapat menyebabkan striktur uretra. Saat ini trauma merupakan penyebab tersering striktur uretra.

„X Pembedahan terbuka atau endoskopik
Prosedur bedah yang melibatkan uretra dapat menghasilkan striktur. Walaupun jarang, pemasangan kateter juga dapat menyebabkan striktur.

Patologi

- Striktur uretra terjadi setelah perlukaan pada urotelium atau korpus spongiosum yang menyebabkan pembentukan jaringan parut.

- Fase dekompensasi yang timbul pada saat vesica urinaria berkontraksi menimbulkan residu urin yang memudahkan terjadinya infeksi.

Gejala Klinis

Gejala striktur uretra meliputi :

„X Penurunan kekuatan pancaran urin, yang merupakan keluhan paling sering.

„X Pancaran urin yang menyemprot, terjadi bila striktur dekat dengan ujung uretra.

„X Infeksi prostat, seperti prostatitis akut, kronik atau prostatitis non bakterial.

„X Infeksi epididimis, seperti epididimitis akut atau kronik

„X Infeksi vesica urinaria, seperti infeksi traktus urinarius.

Pemeriksaan Radiologis

Pemeriksaan radiologis yang umum dilakukan ialah uretrografi atau urethrocystography retrograd dan MCU.

I. Urethrocystography
Pemeriksaan urethrocystography ini diindikasikan setelah terjadi trauma, bila terdapat darah dalam urin serta dicurigai terjadi fraktur pelvis. Pemeriksaan tidak dilakukan bila terdapat infeksi uretra yang akut.

Pada urethrocystography bahan kontras dimasukkan dengan semprit yang ujungnya sesuai dengan meatus uretra eksterna, diisi sampai kontras masuk ke vesica urinaria.
Selain itu, pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan klem atau dengan cara memasukkan kateter kecil ke distal penis.

Pemeriksaan dengan cara memasukkan kateter, sebelumnya harus memasukkan anestetik lokal ke dalam uretra, dan setelah beberapa menit kateter Foley dimasukkan sampai balonnya terletak lebih kurang 1 cm dari lubang uretra. Kontras dimasukkan setelah balon dikembangkan.

Foto diambil pada waktu pengisian kontras dengan posisi antero-posterior, oblik kanan dan kiri. Oleh karena itu, si pemeriksa harus memakai apron dan sarung tangan Pb.
Pada gambaran urethrocystography, striktur uretra menyebabkan dilatasi uretra bagian distal dari obstruksi. Biasanya juga terlihat ekstravasasi kontras.

II. Micturating Cystourethrography
Pemeriksaan radiografi vesica urinaria dan uretra setelah pengisian medium kontras dan selama miksi. Vesica urinaria diisi melalui kateter (alternatif lain melalui pungsi vesica suprapubik) dengan medium kontras yang dapat larut dalam air dan telah dihangatkan sesuai dengan suhu tubuh sebanyak 150 ¡V 200 ml.

Vesica urinaria perlu diperiksa dari posisi anterior, lateral dan oblik untuk menemukan adanya fistula, divertikel atau ruptur.

Pemasukan medium kontras diatur dengan fluoroskopi intermitten.
Pada orang dewasa, vesica urinaria diisi dari botol yang diangkat setinggi 1 m di atas meja pemeriksaan dan pengisian dilanjutkan sampai penderita merasakan keinginan kuat untuk miksi. Jika mungkin, posisi miksi pada pasien pria yang paling mudah adalah posisi berdiri. Pasien wanita dapat duduk. Pengambilan foto radiografi selama miksi termasuk posisi oblik ureter distal, vesica urinaria dan uretra.

Selama micturating cystourethrography, uretra posterior terlihat dilatasi. Kadang tidak terlihat, tetapi karakteristik uretra posterior adalah gambaran suatu balon.

Diagnosis

Diagnosis pertama kali ditegakkan ketika pemasangan kateter melalui uretra tidak dapat dilakukan. Striktur dapat juga dicurigai berdasarkan gejala dan riwayat medik seseorang.

Diagnosis pasti dibuat dengan pemeriksaan yang dikenal dengan uretrografi retrograde atau urethrocystography.

Diagnosis pasti pada wanita adalah dengan bougie a boule, dengan tanda khas berupa hambatan pada waktu lepas.

Diagnosa Banding

Ruptura Uretra
Gambaran ekstravasasi kontras.

Penatalaksanaan

Pada pasien yang datang dengan retensio urin harus dilakukan sistostomi kemudian baru dilakukan pemeriksaan uretrografi untuk mengetahui adanya striktur uretra. Pada pasien dengan infiltrat urin atau abses dilakukan insisi, sistostomi, baru kemudian dilakukan uretrografi.

Bila panjang striktur uretra lebih dari 2 cm atau terdapat fistula uretrokutan, atau residif, dapat dilakukan uretroplasty. Bila panjang striktur kurang dari 2 cm dan tidak ada fistal maka dilakukan bedah endoskopi dengan alat Sachse.

Komplikasi

„X Infeksi traktus urinarius
„X Fistula uretrokutan
„X Striktur uretra rekuren.

Pencegahan

Tindakan pencegahan yang paling penting adalah berhati-hati terutama dalam pemasangan kateter.

Baca Juga

    DISCLAIMER

    Semua tulisan yang ada dalam blog IlmuDokter.Com hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Jika Anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Kami tidak menjamin bahwa semua informasi dalam Blog ini benar, oleh karena itu Kami menganjurkan Anda untuk mencari informasi pembanding (second information). Terima Kasih :)