Katarak


Katarak adalah keadaan dimana lensa mata berubah dari bening menjadi keruh. Penderitanya sering kali mengeluhkan penglihatan berkabut, bahkan pada tahap lanjut, penglihatan dapat hilang sama sekali.

Kekeruhan lensa dapat terjadi pada semua umur, tapi seringkali ditemukan pada orang-orang diatas usia 42 tahun. Hampir 60% orang yang berusia lebih dari 60 tahun menderita katarak.

Dahulu, seseorang yang terkena katarak dan perlu dioperasi akan menghadapi prosedur yang nyeri dan seringkali hasilnya kurang memuaskan. Pada akhir tahun 1970an, dokter mengangkat lensa yang keruh melalui prosedur bedah yang membutuhkan rawat inap lima sampai tujuh hari. Setelah itu, pasien harus memakai kacamata atau lensa kontak agar penglihatan kembali seperti semula.

Saat ini, prosedur bedah yang kompleks tersebut telah jarang dilakukan. Kemajuan dibidang kedokteran membuat operasi katarak lebih mudah. Pada prosedur pembedahan katarak mutakhir, lensa yang keruh diangkat dan diganti dengan lensa intraokuler plastik. Lamanya operasi hanya beberapa jam dan seringkali tidak perlu rawat inap. Pemasangan lensa buatan merupakan salah satu penemuan yang sangat bermanfaat di bidang kedokteran.

Lensa mata merupakan struktur jaringan bening berbentuk pipih dan elastis. Lensa berfungsi memfokuskan cahaya sehingga jatuh tepat pada retina. Retina adalah membran yang sensitif terhadap cahaya yang berada pada bagian belakang mata yang mengubah impuls cahaya menjadi sinyal listrik yang disalurkan oleh saraf mata ke otak sehingga terbentuk gambaran visual yang jelas.

Sebagian besar katarak disebabkan oleh perubahan komposisi kimia lensa. Pada sebagian kecil kasus, perubahan kimia tersebut disebabkan oleh gangguan enzim bawaan, trauma mata, diabetes, atau penggunaan obat tertentu seperti prednison.

Alasan mengapa katarak terjadi seiring dengan bertambahnya umur tidak diketahui pasti, tetapi radiasi ultraviolet, terutama dari matahari, dianggap berperan terhadap perubahan kimia pada lensa yang selanjutnya menjadi katarak. Pada percobaan dibuktikan bahwa radiasi UV dapat mengeruhkan lensa dengan membentuk fragmen kimia yang sangat reaktif yang disebut “radikal bebas”. Kemudian, radikal bebas ini merusak struktur lensa.

Jenis radiasi ultraviolet dari matahari yang dianggap merupakan faktor utama penyebab katarak disebut UVB. UVB ini juga merupakan biang luka bakar melepuh dan kanker kulit.

Para peneliti telah menemukan hubungan yang kuat antara radiasi ultraviolet dan pembentukan katarak. Nelayan yang terpapar ultraviolet dalam kadar yang tinggi, mempunyai rsiko tiga kali lebih besar untuk menderita katarak dibandingkan mereka yang kurang terpapar. Para peneliti juga mengatakan bahwa untuk mencegah katarak dapat dilakukan dengan menghindari papan sinar matahari mulai jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

Katarak dapat berkembang secara perlahan sehingga seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Jika katarak hanya terjadi pada sisi luar lensa mata, tidak ada perubahan penglihatan yang berarti. Tapi jika kekeruhan terjadi dekat pusat lensa, akan timbul penglihatan.

Gejala Katarak

Gejala katarak meliputi penglihatan kabur, sensitif terhadap cahaya dan silau, kurang jelas melihat warna, dan ukuran kacamata yang sering berubah-ubah. Seiring dengan memburuknya katarak, kacamata dengan kekuatan besar tidak mampu lagi memperbaiki penglihatan, walaupun pada jarak dekat, aktifitas membaca masih dapat dilakukan.

Pupil yang normalnya tampak hitam, akan mengalami perubahan sehingga terlihat kekuningan atau keputihan.

Diagnosis Katarak

Katarak dapat dideteksi dengan pemeriksaan mata. Dokter dapat melihat lensa yang terganggung menggunakan alat yang disebut oftalmoskop. Tes yang mengukur sensitifitas cahaya, sensitifitas kontras, penglihatan malam, penglihatan warna, dan penglihatan perifer atau tengah dapat membantu memastikan diagnosis katarak.

Karena katarak berkembang dengan lambat seiring bertambahnya umur, kebanyakan pasien tidak memperhatikan penglihatannya yang berangsur-angsur terganggu sampai gangguan tersebut menjadi demikian parah.

Pada sebagian orang, katarak tetap berukuran kecil dan tidak perlu pengobatan. Tapi pada sebagian yang lain, katarak berkembang dan membesar dengan cepat. Pertimbangan operasi baru dipikirkan jika katarak telah mengganggu aktifitas sehari-hari. Tetapi, bagi orang yang bekerja dengan mengandalkan matanya, kataraknya dapat diangkat lebih dini daripada orang-orang yang pekerjaannya kurang membutuhkan ketajaman penglihatan.

Pilihan Terapi

Selama pemeriksaan diagnostik, dokter mata akan mengukur secara teliti bentuk, ukuran dan kesehatan mata secara umum untuk menentukan apakah lensa tanam akan efektif.

Pada sebagian kecil kasus, kacamata atau kontak lensa akan memperbaiki penglihatan setelah pembedahan katarak tradisional (tanpa IOL). Kacamata yang cocok digunakan biasanya sangat tebal sehingga kurang menarik dan berat. Penguatan dan distorsi bayangan menyebabkan benda tampak lebih dekat dan 25% lebih besar dari ukuran sebenarnya. Penglihatan perifer dapat berkurang.

Kontak lensa memberikan penglihatan yang lebih baik, tetapi orang tua biasanya menemui masalah dalam memasang, melepas dan membersihkannya.

Penggunaan IOL tanam setelah pengangkatan lensa biasanya merupakan cara terbaik. Karena lensa buatan dipasang di tempat dimana lensa mata sebelumnya berada, penglihatan akan membaik disertai dengan penglihatan perifer yang memadai, dan penguatan dan distorsi penglihatan yang minimal.

IOL tetap berada ditempatnya secara permanen, tidak membutuhkan pemeliharaan, dan tidak dirasakan oleh pasien dan tidak menjadi perhatian orang lain. Kaca mata berlensa tipis untuk penglihatan dekat atau jauh tetap diperlukan, tetapi tidak dibutuhkan lagi kacamata tebal.

Dokter dapat menentukan jenis kekuatan lensa tanam yang cocok dengan menggunakan ultrasonografi yang mengukur panjang bola mata dan kelengkungan kornea. Ukuran ini diolah dengan komputer untuk menghitung kekuatan lensa yang dibutuhkan.

Prosedur Operasi katarak

Prosedur pembedahan standar biasanya dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter mata.

Dengan menggunakan mikroskop operasi, dokter mata akan membuat insisi lengkung kecil pada kornea mata. Setelah itu lensa mata diiris, kemudian isinya disedot keluar dengan jarum sangat kecil.

Ada tiga cara pembedahan untuk mengangkat lensa yang mengalami katarak :
  1. Pembedahan ekstrakapsuler. Dokter mata akan mengangkat lensa dan meninggalkan kapsul (pembungkus lensa) bagian belakang.

  2. Phacoemulsifikasi. Doker bedah akan melembekkan lensa dengan gelombang suara dan mengangkatnya menggunakan jarum kecil dengan cara disedot. Kapsul lensa bagian belakang tetap dibiarkan (tidak diangkat).

  3. Pembedahan intrakapsuler. Dokter bedah akan mengangkat seluruh lensa termasuk pembungkusnya. Metode ini jarang dilakukan.
Dokter bedah akan memperlebar insisi yang sebelumnya telah dibuat, kemudian lensa baru (terbuat dari plastik) dimasukkan ke belakang iris dan ditempatkan didepan dari kapsul (pembungkus lensa) yang sengaja ditinggalkan. Lensa plastik ini mempunyai dua buah lengan kecil berbentuk huruf “c” yang gunanya untuk “memegang” lensa agar tidak bergeser. Insisi kemudian dijahit dengan 7 sampai 10 jahitan yang hampir tidak terlihat dengan benang yang sangat halus.

Pada metode terbaru, sebuah ujung alat ultrasonik dimasukkan melalui irisan yang dibuat di kornea dan getaran berkecepatan tinggi menghancurkan lensa menjadi kepingan-kepingan mikroskopis yang kemudian di keluarkan dengan suction. Sebuah lensa plastik lentur yang dapat terlipat berukuran seperempat inci dimasukkan melalui irisan dengan alat mirip gunting yang disebut injektor dan ditempatkan dibelakang pupil dan di depan dinding kapsul. Jika posisinya sudah benar, injektor dilepas dan lensa akan terbuka dari lipatannya. Cara ini membutuhkan irisan yang lebih kecil daripada biasanya.

Saat ini, beberapa pabrikan telah mengembangkan lensa tanam bifocal, sehingga nantinya pasien tidak perlu lagi memakai kacamata setelah operasi katarak.

Prosedur pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa plastik dilakukan dengan pembiusan umum atau lokal. Masa pemulihan membutuhkan beberapa jam; pada beberapa kasus butuh waktu satu malam. Pasien harus memakai pelindung mata terbuat dari logam saat tidur malam; pada siang hari memakai kacamata yang ditutup kacanya.

Pasca Operasi Katarak

Dalam beberapa hari setelah operasi, sebagian besar orang dapat kembali bekerja. Pada enam sampai delapan minggu pertama setelah operasi, pasien diminta untuk datang ke dokter mata untuk memeriksa apakah ada infeksi atau komplikasi lainnya, dan menentukan kacamata baca yang cocok bagi pasien. Penglihatan akan membaik pada sekitar 95 sampai 98 persen pasien.

Tetapi, selalu ada risiko operasi. Setelah penanaman IOL, kekerahan kapsul lensa, yang disebut “katarak sekunder” terjadi pada sekitar 40% kasus. Untuk memperbaiki penglihatan akibat hal ini, digunakan laser YAG (yttrim, aluminium, garnet) untuk membuat lubang pada kapsul lensa sehingga cahaya dapat mencapai retina. Prosedur ini biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tidak nyeri, dan biasanya penglihatan membaik dengan segera.

Masalah lain yang dapat terjadi pada sebagian kecil pasien adalah pembengkakan kornea, glaukoma, dan pembengkakan retina, yang dapat mengaburkan pandangan.