Apa yang Perlu Diketahui Mengenai Sirosis Hati?


Apa yang Dimaksud Dengan Sirosis Hati?

Sirosis berarti jaringan parut pada hati. Jaringan parut terbentuk karena cedera atau penyakit kronis. Jaringan parut tersebut mengganti kedudukan jaringan yang sehat.

Jaringan parut tidak dapat berfungsi sebagaimana layaknya sel hati yang normal, yaitu membuat protein, melawan infeksi, membersihkan darah, membantu mencernakan makanan, dan menyimpan energi agar dapat digunakan saat diperlukan. Jaringan parut juga menghambat aliran darah yang melewati hati. Terlalu banyak jaringan parut berarti hati anda tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Untuk hidup, anda butuh sebuah hati yang berfungsi dengan baik.

Sirosis dapat mengancam hidup penderitanya, walaupun demikian, penyakit tersebut masih dapat dikontrol jika diobati lebih dini.

Apa Saja Gejala Sirosis?

Pada stadium awal, mungkin penderita tidak merasakan gejala apapun. Tapi jika sirosis semakin parah, maka penderita akan :

  1. Merasa lelah atau lemah
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Merasa nyeri di daerah lambung
  4. Kehilangan berat badan

Sirosis juga dapat menyebabkan gangguan seperti :

  1. Penderita lebih mudah mengalami perdarahan atau mimisan.
  2. Pembengkakan akibat cairan bertumpuk pada perut dan kaki. Penumpukan cairan di perut disebut asites, sedangkan di kaki disebut edema.
  3. Obat-obatan yang dikonsumsi akan mempunyai efek yang lebih kuat karena hati tidak dapat lagi mengurainya dengan cepat.
  4. Sampah metabolisme dari makanan yang kita makan menumpuk di dalam darah dan otak, menyebabkan bingung atau kesulitan berfikir.
  5. Jika sel darah merah menua dan mati, sel-sel tersebut akan terurai dan menyisakan zat yang disebut bilirubin. Hati yang sehat akan mengeluarkan bilirubin tersebut, tetapi adanya penyakit pada hati menyebabkan zat tersebut tetap berada di dalam tubuh.
  6. Tekanan darah di dalam vena yang memasuki hati akan meninggi. Keadaan ini dinamakan hipertensi portal.
  7. Pembesaran vena, disebut juga varises, dapat timbul pada esofagus dan lambung. Varises dapat berdarah dengan tiba-tiba, menyebabkan muntah darah atau berak darah.
  8. Ginjal dapat mengalami gangguan atau bahkan terjadi gagal ginjal.

Jika sirosis semakin memberat, kulit dan mata penderita akan terlihat kuning, keadaan ini dinamakan ikterus. Penderita juga akan mengalami gatal yang hebat. Dapat juga terbentuk batu empedu.

Pada tahap awal, sirosis dapat menyebabkan hati penderita bengkak. Kemudian, ketika jaringan parut semakin banyak mengganti jaringan normal hati, hati akan mengecil.

Sekitar 5 persen pasien sirosis juga akan menderita kanker hati.

Apa Penyebab Sirosis?

Sirosis dapat disebabkan oleh berbagai hal, yaitu :

  1. Penyalahgunaan alkohol.
  2. Hepatitis virus kronik (hepatitis B, C, atau D).
  3. Hepatitis autoimun, yaitu kerusakan sel hati karena serangan sistem kekebalan tubuh.
  4. Penyakit perlemakan hati non alkoholik atau nonalcoholic steatohepatitis (NASH), yaitu penumpukan lemak dan peradangan pada hati.
  5. Obat-obatan, toksin, dan infeksi.
  6. Sumbatan saluran empedu, yaitu saluran yang mengalirkan empedu dari hati ke usus.
  7. Penyakit-penyakit turunan seperti :
  • Hemokromatosis, suatu penyakit yang terjadi akibat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dan menyimpan zat besi yang berlebih tersebut di hati, pankreas, dan organ tubuh lainnya.
  • Penyakit Wilson, yang disebabkan oleh penumpukan tembaga di hati.
  • Protoporfiria. Suatu gangguan yang mengenai kulit, sumsum tulang dan hati.

Kadang-kadang penyebab sirosis hati tetap tidak diketahui, bahkan setelah pemeriksaan medis yang lengkap.

Bagaimana Sirosis Hati Didiagnosis?

Gejala, pemeriksaan fisik, dan beberapa jenis tes tertentu dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis sirosis. Beberapa tes untuk sirosis hati adalah :

  1. Tes darah untuk melihat apakah hati anda bekerja dengan baik. Tes darah rutin mungkin saja normal pada sirosis, tetapi pada sirosis tingkat lanjut, tes darah menunjukkan adanya gangguan kadar bilirubin dan zat lainnya.
  2. Foto sinar x, pencitraan resonansi magnetik (MRI), atau USG, mungkin menunjukkan hati yang membesar, atau bahkan mengecil.
  3. Biopsi hati, yaitu pemeriksaan sejumlah kecil jaringan hati yang telah diambil di bawah mikroskop, untuk melihat jaringan parut. Pemeriksaan ini merupakan cara yang paling akurat untuk mendiagnosis sirosis.

Pada biopsi hati, sebuah jarum kecil digunakan untuk mengambil sedikit jaringan hati. Jaringan tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Bagaimana sirosis diobati?

Sekali terkena sirosis, tidak ada cara untuk menghilangkan jaringan parut dengan sempurna. Tetapi, mengobati penyebab dapat membuat sirosis tidak semakin memburuk. Sebagai contoh, jika sirosis disebabkan penyakit hati alkoholik, maka terapi adalah berhenti total meminum alkohol. Jika sirosis disebabkan oleh hepatitis C, maka penyakit tersebut dapat diterapi dengan obat-obatan.

Dokter akan menyarankan terapi berdasarkan penyebab sirosis dan gejala yang di alami. Diagnosis dini dan diikuti dengan terapi yang tepat dapat membantu para penderita sirosis. Tetapi, pada sirosis yang sangat parah, terapi tertentu sering tidak mungkin dilakukan. Pada keadaan tersebut, dokter anda akan berusaha mencegah atau mengobati komplikasi yang disebabkan oleh sirosis.

Bagaimana Jika Terapi Tidak Membuahkan Hasil?

Jika jaringan parut yang terbentuk sangat banyak, hati penderita mungkin akan mengalami kegagalan fungsi. Jika demikian, perlu dipertimbangkan transplantasi hati.

Bagaimana Caranya Mencegah Sirosis Jika Telah Terjadi Penyakit Hati (Hepatitis, dll)?

  1. Kunjungi dokter untuk mengobati penyakit hati anda. Beberapa penyebab sirosis dapat diobati, dan terapi yang lebih dini dapat mencegah timbulnya sirosis.
  2. Bergaya hidup sehat, makanan sehat dan seimbang, dan tetap beraktifitas.
  3. Usahakan berat badan dalam batas normal. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan penyakit hati semakin parah.
  4. Jangan meminum alkohol. Alkohol dapat membahayakan sel hati, dan penggunaan alkohol yang kronik merupakan salah satu penyebab utama sirosis.
  5. Jangan mengkonsumsi narkoba, karena dapat meningkatkan kemungkinan terkena hepatitis B atau C.
  6. Berobatlah ke dokter jika anda menderita hepatitis virus kronis. Terapi yang efektif, baik untuk hepatitis B maupun C telah tersedia. Jika anda sedang menjalani pengobatan, ikuti petunjuk pengobatan dengan benar.
  7. Jika anda menderita hepatitis autoimun, minumlah obat dan check up secara teratur seperti yang dianjurkan dokter.

Bagaimana Caranya Untuk Mencegah Agar Sirosis Tidak Bertambah Parah?

  1. Berhenti total minum alkohol.
  2. Jangan minum obat-obatan, termasuk obat bebas yang dijual tidak dengan resep, seperti vitamin dan suplemen tumbuh-tumbuhan, tanpa mendiskusikannya lebih dahulu dengan dokter anda. Sirosis membuat hati anda sensitif terhadap obat-obatan.
  3. Mintalah vaksinasi hepatitis A dan B. Penyakit hepatitis ini dapat dicegah.
  4. Hindari makan tiram atau kerang mentah. Makanan tersebut mungkin mengandung bakteri (vibrio vulnificus) yang menyebabkan infeksi parah pada penderita sirosis.

Diterjemahkan dari What I need to know about Cirrhosis of the Liver.