Diare


Diare berati berubahnya pola buang air besar menjadi lebih sering dibanding biasanya. Selain itu, tinja juga menjadi lebih encer dan lebih banyak.

Apa gejala diare?

Penderita diare biasanya juga akan mengalami :

  • Nyeri di daerah perut
  • Perut kembung
  • Nyeri di sekitar anus
  • Rasa ingin segera buang air besar
  • Tidak mampu mengontrol buang air besar
  • Demam

Selain itu, penderita diare juga mungkin merasa nyeri di daerah lambung dan mengalami dehidrasi.

Apa yang dimaksud dehidrasi?

Dehidrasi berarti tubuh anda kekurangan cairan. Setiap kali seseorang menghembuskan napas, berkeringat, kencing, atau buang air besar, maka cairan akan keluar dari tubuh. Diare meningkatkan kehilangan cairan saat buang air besar. Selain cairan, tubuh juga akan kehilangan garam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Tanda dehidrasi pada orang dewasa adalah :

  • sangat haus
  • kencing kurang dibanding biasanya
  • urin berwarna gelap
  • kulit kering
  • merasa lelah atau pusing
  • pingsan

Pada tahap yang parah, ginjal dapat berhenti bekerja.

Sedangkan tanda-tanda dehidrasi pada bayi dan anak adalah :

  • mulut dan lidah tampak kering
  • menangis tanpa air mata
  • popoknya tidak basah lebih dari 3 jam
  • demam tinggi
  • terlihat mengantuk

Selain itu, jika anak terkena diare, kulitnya akan kehilangan kelenturannya. Kulit tidak kembali ke posisi semula jika di tekan dengan jari yang kemudian dilepaskan.

Siapa saja yang bisa terkena diare?

Semua orang mempunyai kemungkinan terkena diare. Gangguan ini dapat sembuh dalam sehari atau dua hari, atau bahkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tergantung penyebabnya. Sebagian penderita akan sembuh dan membaik dengan sendirinya, tetapi diare dapat berakibat serius pada bayi dan penderita usia tua jika kehilangan cairan tidak diganti. Penderita yang meninggal karena diare biasanya akibat kehilangan banyak cairan dan garam dari dalam tubuh.

Apa penyebab diare?

Diare dapat disebabkan oleh :

  • Bakteri, virus, atau parasit
  • Obat-obatan seperti antibiotik
  • Makanan seperti susu
  • Penyakit yang mengenai lambung, usus halus atau usus besar, seperti penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome).

Kadang-kadang penyebab diare tidak bisa ditemukan.

Kapan mesti berobat ke dokter?

Diare seringkali berhenti sendiri, tetapi sering juga terus berlangsung dan memberat. Anda sebaiknya berobat ke dokter jika diare anda tidak sembuh dalam 3 hari. Selain itu, juga hubungi dokter anda jika terjadi hal berikut :

  • Tanda dehidrasi
  • Nyeri hebat di perut atau di daerah anus
  • Demam tinggi
  • Tinja bercampur darah atau hitam seperti aspal.

Anak di bawah 12 tahun lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa. Jika diare pada anak tidak membaik dalam 24 jam atau terdapat gejala-gejala berikut, segera berobat ke dokter (terutama bagi anak di bawah 6 bulan) :

  • Tinja bercampur darah atau lendir
  • Tinja berwarna hitam
  • Demam tinggi
  • Tanda-tanda dehidrasi

Apa saja pemeriksaan yang mesti dilakukan?

Dokter anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari penyebab diare, yaitu :

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan tinja atau darah untuk melihat bakteri, parasit, atau tanda penyakit atau infeksi lainnya.
  • Tes pantangan, untuk melihat apakah diare akan berhenti jika anda berhenti memakan makanan tertentu.
  • Sigmoidoskopi, pemeriksaan di dalam anus dan usus besar.
  • Kolonoskopi, pemeriksaan seluruh kolon.

Untuk pemeriksaan sigmoidoskopi atau kolonoskopi, dokter menggunakan sebuah pipa kecil yang lentur dilengkapi lampu dan lensa di ujungnya.

Bagaimana pengobatan diare?

Pada beberapa kasus, mengganti cairan dan garam yang hilang merupakan satu-satunya terapi yang diperlukan.

  • Orang dewasa sebaiknya mengkonsumsi air daging, jus buah, buah-buahan lunak, atau sayuran.
  • Anak-anak sebaiknya diberi minum cairan khusus yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkannya. Cairan tersebut biasanya dijual bebas di toko obat. Beberapa contohnya adalah: Pedialyte, Ceralyte, atau Inflayte. 

Meminum obat untuk menghentikan diare dapat membantu pada beberapa kasus. Obat yang tersedia tanpa resep antara lain loperamid (Imodium). Atau bismuth subsalisilat (Pepto Bismol dan Kaopectate). Hentikan pemakaian obat ini jika gejala diare memburuk atau tidak berhenti lebih dari 2 hari.

Jika penyebab diare adalah makanan atau obat tertentu, anda harus menghindarinya.

Selain itu, sambil menunggu diare berhenti, anda sebaiknya menghindari makanan yang dapat memperburuk diare :

  • Susu dan makanan yang terbuat dari susu seperti es krim atau keju.
  • Makanan berlemak atau berminyak seperti gorengan.
  • Makanan yang banyak mengandung serat seperti buah jeruk.
  • Makanan yang sangat manis, seperti kue atau manisan.

Saat anda merasa agak baikan, mulai makan makanan lunak, seperti pisang, nasi, kentang rebus, roti, wortel rebus. Anak-anak dapat diberikan pisang, nasi, saus apel, dan roti.

Diterjemahkan dari What I need to know about Diarrhea.