Insomnia


Insomnia adalah kondisi dimana anda sulit untuk tertidur atau terganggu di kala tidur. Beberapa penderita insomnia dapat memulai tidur dengan mudah, tetapi bangun terlalu cepat. Sebagian lagi terjadi sebaliknya, sulit untuk mulai tidur, tetapi bangunnya lebih lama. Tetapi ada juga yang menderita kedua-duanya, sulit mulai tidur dan bangun lebih cepat.

Akibat dari kualitas tidur yang kurang, tubuh tidak segar ketika bangun tidur.

Jenis Insomnia

Ada dua jenis insomnia. Tipe yang paling sering dijumpai adalah insomnia sekunder. Sekitar 8 dari 10 penderita insomnia adalah jenis insomnia sekunder. Sekunder berarti insomnia merupakan gejala atau efek samping dari gangguan lain. Beberapa gangguan yang dapat menyebabkan insomnia sekunder antara lain :

  • Penyakit tertentu seperti penyakit jantung dan paru-paru.
  • Nyeri, kecemasan, atau depresi.
  • Obat-obatan yang efek sampingnya mengganggu tidur.
  • Kopi, tembakau, alkohol dan bahan lainnya yang dapat mengganggu tidur.
  • Gangguan tidur lainnya, seperti sindrom restless legs; lingkungan yang bising, atau perubahan rutinitas tidur.

Sebaliknya, insomnia primer bukan merupakan efek samping obat atau karena penyakit tertentu. Insomnia ini merupakan penyakit tersendiri, dan umumnya berlangsung satu bulan atau lebih.

Insomnia merupakan gangguan kesehatan yang sering terjadi. Gangguan ini dapat menimbulkan kantuk berlebihan di siang hari dan kekurangan energi. Insomnia yang berlangsung lama dapat menyebabkan penderita merasa depresi atau mudah tersinggung; mengalami gangguan konsentrasi, belajar, dan mengingat sesuatu; dan mengganggu pekerjaan atau sekolah. Insomnia juga dapat mengurangi energi sehingga penderita menjadi kurang berinteraksi dengan teman atau keluarga.

Derajat insomnia dari ringan sampai berat, tergantung seberapa sering gangguan ini terjadi dan berapa lama. Insomnia kronik berarti kesulitan tidur sekurang-kurangnya 3 malam per minggu selama lebih dari sebulan. Insomnia yang sembuh kurang dari waktu tersebut disebut insomnia jangka pendek atau insomnia akut.

Insomnia sekunder sering sembuh atau membaik tanpa pengobatan, jika gangguan yang mendasarinya telah disembuhkan atau dihilangkan. Terlebih lagi, jika gangguan itu segera diobati setelah timbulnya gejala insomnia. Kebiasaan tidur yang baik dan mengubah gaya hidup dapat membantu penyembuhan insomnia. Penderita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika insomnia yang dideritanya berkelanjutan atau penyebab insomnianya tidak jelas.

Diterjemahkan dari What Is Insomnia?