Polip Kolon


Polip adalah jaringan tubuh tambahan yang tumbuh di dalam tubuh. Polip kolon tumbuh di dalam usus besar. Usus besar, yang juga disebut kolon, adalah merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan. Usus besar berbentuk tabung panjang, merupakan bagian akhir dari sistem pencernaan, dan menjadi tempat membuat dan menyimpan tinja.

Apakah polip berbahaya?

Sebagian besar polip tidak berbahaya. Sering disebut benign, artinya bukan kanker. Tetapi, dalam jangka waktu lama, ada beberapa jenis polip yang dapat berubah menjadi kanker.

Biasanya, polip yang lebih kecil dari kacang polong tidak berbahaya. Sebaliknya, polip berukuran besar suatu saat dapat berubah menjadi kanker. Oleh karena itu, untuk keamanan penderita, dokter akan mengangkat semua polip yang dijumpai, kemudian memeriksa sel polip tersebut.

Siapa saja yang bisa terkena polip?

Pada dasarnya, semua orang dapat terkena polip. Tetapi, beberapa orang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk terkena dibanding yang lain. Hal-hal berikut dapat memperbesar kemungkinan anda mendapat polip :

  • Berumur lebih dari 50 tahun. Semakin tua umur, semakin besar kemungkinan mendapat polip.
  • Menderita polip sebelumnya.
  • Seseorang dalam keluarga anda menderita polip.
  • Seseorang dalam keluarga anda menderita kanker di usus besar.

Selain itu, kemungkinan terkena polip juga membesar jika :

  • banyak makan makanan berlemak
  • merokok
  • minum alkohol
  • kurang olahraga
  • terlalu gemuk

Apa gejala polip?

Kebanyakan polip yang berukuran kecil tidak bergejala. Seringkali, seseorang tidak mengetahui dirinya terkena polip sampai dokter menemukan polip tersebut saat pemeriksaan kesehatan rutin atau saat melakukan pemeriksaan usus untuk tujuan lain.

Tetapi, beberapa orang penderita polip mungkin akan merasakan gejala seperti di bawah ini :

  1. Keluar darah dari anus. Darah mungkin ditemukan di celana dalam atau keluar bersama tinja.
  2. Konstipasi atau diare lebih dari seminggu.
  3. Tinja berwarna hitam dan berbau amis. Gejala ini menandakan tercampurnya darah dengan tinja.

Jika anda mengalami gejala-gejala di atas, silakan berkonsultasi dengan dokter anda untuk mencari penyebabnya.

Bagaimana dokter melakukan pemeriksaan polip?

Dokter mungkin akan menggunakan tes-tes berikut untuk memeriksa polip anda :

  • Pemeriksaan colok dubur. Dokter dengan memakai sarung tangan karet akan memeriksa rektum anda, yaitu bagian ujung dari usus besar. Tes ini hanya dapat menemukan polip di dalam rektum, sehingga dokter mungkin perlu melakukan salah satu pemeriksaan lainnya seperti yang disebutkan berikut untuk menemukan polip yang terdapat di bagian atas rektum.
  • Barium enema. Dokter akan memasukkan cairan yang disebut barium ke dalam rektum anda sebelum membuat foto sinar X. Barium membuat usus tampak putih pada hasil foto. Polip tampak hitam, sehingga lebih mudah dilihat.
  • Sigmoidoskopi. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat melihat bagian dalam usus anda. Dokter akan memasukkan pipa kecil elastis ke dalam rektum anda. Alat ini dinamakan sigmoidoskopi. Di ujung alat ini terdapat kamera mini dan bola lampu. Dokter menggunakan sigmoidoskopi untuk melihat sepertiga bawah usus besar anda.
  • Kolonoskopi. Tes ini mirip dengan sigmoidoskopi, tetapi dokter dapat melihat semua bagian usus besar. Tes ini biasanya membutuhkan sedasi.

Siapa saja yang sebaiknya dites untuk memeriksa adanya polip?

Sebaiknya andaberkonsultasi dengan dokter anda tentang kemungkinan untuk menjalani tes pemeriksaan polip jika :

  • anda mengalami gejala seperti yang disebut sebelumnya
  • anda berumur 50 tahun atau lebih
  • seseorang di keluarga anda menderita polip atau kanker kolon.

Bagaimana pengobatan polip?

Saat polip ditemukan, dokter akan melakukan pengangkatan polip tersebut. Kadang-kadang dokter mengeluarkannya saat pemeriksaan sigmoidoskopi atau kolonoskopi. Kadang-kadang polip diangkat melalui pembedahan lewat perut. Polip yang telah diangkat akan diperiksa apakah telah berubah menjadi kanker atau tidak.

Jika anda pernah menderita polip, dokter mungkin menyarankan anda untuk memeriksakan diri secara teratur untuk menentukan apakah timbul polip yang baru.

Bagaimana mencegah timbulnya polip?

Sampai saat ini belum ditemukan cara pasti untuk mencegah polip. Tetapi, beberapa saran berikut dianggap dapat menurunkan risiko terkena polip :

  • Banyak makan buah dan sayuran dan kurangi makan makanan berlemak
  • Hindari merokok
  • Hindari alkohol
  • Berolahraga setiap hari
  • Turunkan berat badan jika anda kegemukan.

Mengkonsumsi lebih banyak kalsium dan folat juga dapat menurunkan risiko terkena polip. Beberapa makanan kaya kalsium antara lain susu, keju, dan brokoli. Sedangkan makanan yang kaya folat adalah kacang panjang, kacang buncis, dan bayam.

Diterjemahkan dari What I need to know about Colon Polyps.