Kalsium sitrat lebih mudah diabsorbsi dan dicerna oleh tubuh. Suplemen jenis ini tidak memiliki kalsium elemental sebanyak kalsium karbonat. Kalsium sitrat juga lebih mahal, dan sebaiknya tidak digunakan bersama antasida yang mengandung alumunium.
Kalsium karbonat lebih murah dan mengandung lebih banyak kalsium elemental. Kalsium jenis ini membutuhkan asam lambung yang cukup agar dapat diabsorbsi dengan baik, sehingga sebaiknya diminum bersama segelas jus jeruk.
Suplemen kalsium harus diminum dalam dosis kecil (tidak lebih dari 500 mg sekali minum) dalam dosis terbagi dan harus disertai minum air putih sebanyak 6-8 gelas sehari untuk mencegah konstipasi.
Berikut rekomendasi jumlah kebutuhan kalsium yang dibutuhkan.
Pediatri
Kebutuhan kalsium pediatri harian adalah :
0 – 6 bulan : 200 mg
7 bulan – 1 tahun: 260 mg
1 – 3 tahun: 700 mg
4 – 8 tahun: 1000 mg
9 – 18 tahun: 1.300 mg
Dewasa
19 – 50 tahun: 1.000 mg
Wanita di atas 50 tahun: 1.200 mg
Pria 51 – 70 tahun: 1.000 mg
Pria diatas 70 tahun : 1.200 mg
Wanita hamil dan menyusui di bawah usia 19 tahun: 1.300 mg
Wanita hamil dan menyusui 19 tahun atau lebih : 1.800 mg
Untuk mencegah penyakit kanker kolon, 1.800 mg per hari.
Asupan kalsium harian, baik dari makanan maupun dari suplemen tidak boleh melebihi 2.500 mg sehari.
Efek samping suplemen kalsium adalah konstipasi dan perut kembung. Dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, kehilangan nafsu makan, banyak miksi, kerusakan ginjal, bingung, dan denyut jantung tidak teratur.
Penderita hiperparatioidisme, gagal ginjal, sarkoidosis, atau kanker sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen kalsium. Demikian pula dengan orang yang memiliki riwayat batu ginjal.
NB: Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. Caranya, cukup KLIK disini. Terima kasih ...
Baca juga:

