PENGOBATAN MIGRAIN


Pengobatan migrain dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu non-medis dan medis.

Pengobatan Non-Medis

Pengobatan non-medis biasanya ditujukan untuk pencegahan dan pengobatan sakit kepala. Teknik biofeedback, relaksasi, dan penggunaan es dapat membantu menghentikan serangan migrain. Pada beberapa orang, tidur merupakan pengobatan terbaik.

Pencegahan migrain membutuhkan motivasi dari pasien untuk mengubah gaya hidupnya. Pasien sebaiknya mencari dan menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan migrain. Faktor-faktor tersebut misalnya, berhenti merokok, menghindari makanan yang mengandung tyramine (keju), atau yang mengandung sulfit (anggur) atau nitrat (kacang).

Umumnya, hidup dengan nutrisi yang baik, asupan cairan yang memadai, tidur dan olahraga yang cukup, dapat membantu mencegah terjadinya migrain.

Akupunktur juga dianggap bermanfaat sebagai terapi non-medis.

Pengobatan Medis

Individu yang kadang-kadang mengalami migrain ringan yang tidak mengganggu aktifitasnya sehari-hari dapat memakai obat pereda nyeri (analgesik) yang dibeli bebas tanpa resep. Analgesik bebas ini tampaknya aman dan efektif untuk pengobatan sakit kepala jangka pendek jika digunakan sesuai dengan petunjuk pada kemasannya.

Analgesik terdiri dari dua golongan besar yaitu: asetaminofen (parasetamol) dan anti inflamasi non-steroid (non steroidal anti inflammatory drugs; NSAIDs). NSAIDs terbagi lagi menjadi dua, yaitu aspirin dan non-aspirin. Contoh NSAIDs non-aspirin adalah ibuprofen, naproxen, asam mefenamat, dan piroksikam.

Asetaminofen (parasetamol) dan aspirin merupakan analgesik yang dijual bebas, tetapi kebanyakan NSAIDs non-aspirin dibeli harus dengan resep.

Parasetamol mengurangi nyeri dengan bekerja pada pusat nyeri di otak. Parasetamol dapat ditoleransi dengan baik dan umumnya dianggap lebih bersahabat dengan lambung dibanding NSAIDs.

Tetapi, parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau digunakan secara teratur dalam waktu yang sangat lama. Tetapi pada peminum alkohol berat, parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah bahkan pada dosis biasa. Oleh karena itu, parasetamol hendaknya jangan diminum dalam dosis besar atau lebih sering dari anjuran yang terdapat pada kemasan.

NSAIDs meredakan nyeri dengan mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri. Perbedaan utama antara NSAIDs aspirin dan non-aspirin adalah efeknya pada trombosit. Trombosit adalah partikel kecil pada darah yang berfungsi dalam rangkaian reaksi pembekuan darah. Aspirin mencegah trombosit untuk membentuk bekuan darah. Karena sifatnya inilah, aspirin dosis rendah digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. NSAIDs non-aspirin juga mempunyai efek pada trombosit, tetapi efek ini tidak lama seperti halnya aspirin.

Parasetamol juga tersedia dalam bentuk kombinasi dengan kafein.

Mencari analgesik atau kombinasi analgesik yang cocok seringkali merupakan proses trial-and-error, karena setiap individu mempunyai respon berbeda terhadap berbagai jenis antibiotik. Umumnya seseorang tidak akan beralih ke analgesik lain jika ia merasa cocok dengan analgesik tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika memutuskan untuk menggunakan analgesik bebas :
  1. Anak-anak dan remaja sebaiknya tidak menggunakan aspirin, karena berisiko terkena Sindrom Reye’s, suatu penyakit saraf berbahaya yang dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
  2. Pasien dengan gangguan keseimbangan dan pendengaran sebaiknya menghindari penggunaan aspirin, karena aspirin dapat memperburuk kondisi tersebut.
  3. Pasien yang menderita ulkus (borok) lambung atau duodenum sebaiknya tidak meminum NSAIDs aspirin maupun non aspirin, karena kedua golongan obat ini dapat meningkatkan perdarahan dari ulkus dan memperlambat penyembuhan ulkus.
  4. Pasien dengan penyakit hati lanjut sebaiknya tidak mengkonsumsi NSAIDs aspirin maupun non-aspirin, karena keduanya dapat mengganggu fungsi ginjal. Terganggunya fungsi ginjal pada pasien tersebut dapat semakin memperburuk penyakit hati yang dideritanya.
  5. Pasien sebaiknya tidak menggunakan analgesik secara berlebihan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan toleransi (tidak mempan lagi) dan sakit kepala susulan (kembalinya sakit kepala segera setelah efek analgesik menghilang, biasanya pada pagi hari). Dengan demikian, penggunaan analgesik yang berlebihan dapat berubah menjadi lingkaran setan. Semakin berlebihan analgesik yang digunakan, semakin tidak mempan obat tersebut, dan semakin sering sakit kepala menyerang.
Untuk migrain sedang sampai berat yang tidak berespon baik terhadap obat-obat diatas sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Karena anda mungkin membutuhkan obat yang tidak hanya mengobati sakit kepala anda, tetapi juga mengobati penyebab yang mendasari timbulnya migrain.

Zat-zat aktif pada obat-obat tersebut antara lain: triptan, ergotamin, dan midrin.