Cara Mengobati Penyakit TBC


Tuberkulosis atau TB (dulu dikenal sebagai TBC) adalah penyakit infeksi oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, selain dapat juga mengenai tulang, otak, kulit, dll.

Seperti halnya penyakit infeksi lainnya, penyakit TB dapat diobati dengan antibiotika. Hanya saja, kuman TB termasuk kuman bandel; karena itu butuh beberapa jenis antibiotika sekaligus untuk mengatasinya. Selain itu, pengobatan tidak cukup hanya beberapa hari, tetapi butuh waktu berbulan-bulan.

Karena lamanya pengobatan dan banyaknya obat, pasien cenderung bosan atau lupa minum obat. Oleh karena itu, agar pasien patuh dan tidak lupa makan obat, maka perlu adanya pengawas minum obat (PMO). Biasanya, PMO berasal dari keluarga atau tokoh masyarakat yang disegani.

Jenis antibiotika untuk TB lebih khusus, jarang digunakan untuk penyakit lain. Antibiotika utama untuk TB antara lain INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. Antibiotika yang juga kadang-kadang digunakan adalah amikasin, kapreomisin, kanamisin, dll.

Pemberian obat TB menggunakan rumus tertentu. Untuk pengobatan pada orang dewasa yaitu:

Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3, artinya, selama 2 bulan pertama obat yang diberikan adalah INH (H), rifampisin (R), pirazinamid (Z), dan etambutol (E) setiap hari. Kemudian 4 bulan selanjutnya INH (H) dan rifampisin (R) tiga kali dalam seminggu.

Pengobatan Kategori 1 diberikan kepada penderita baru TB paru dengan hasil pemeriksaan dahak basil tahan asam (BTA) positif dan kepada penderita TB di luar paru-paru yang kondisinya berat.

Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3, artinya, selama satu bulan pertama obat yang diberikan adalah INH (H), rifampisin (R), pirazinamid (Z), etambutol (E), dan lima bulan berikutnya diberikan INH (H), rifampisin (R), dan etambutol (E) tiga kali seminggu.

Pengobatan Kategori 2 diberikan kepada penderita kambuh, penderita gagal pengobatan Kategori 1, dan penderita yang lalai minum obat Kategori 1.

Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3, artinya selama dua bulan pertama diberikan INH (H), rifampisin (R), dan pirazinamid (Z) setiap hari dan empat bulan selanjutnya diberikan INH (H) dan rifampisin (R) selama 3 kali seminggu.

Kategori 3 diberikan kepada penderita BTA (+) dan rontgen paru menunjukkan penyakit TB sedang aktif.

Sedangkan untuk anak, pengobatan TB dikenal dalam dua golongan, yaitu pengobatan 6 bulan dan pengobatan 9 bulan.

Pengobatan 6 bulan: 2HRZ/4H2R2, artinya selama dua bulan pertama diberikan INH (H), rifampisin (R), dan pirazinamid (Z), setiap hari, selanjutnya empat bulan berikutnya diberikan INH (H), dan rifampisin (R) dua kali seminggu (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).

Pengobatan 9 bulan: 2HR/7H2R2, artinya selama dua bulan pertama diberikan INH (H) dan rifampisin (R) setiap hari, kemudian tujuh bulan berikutnya diberikan INH (H) dan rifampisin (R) 2 kali seminggu (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).