Gejala Filariasis Kronis


Gejala filariasis kronis adalah gejala yang timbul setelah bertahun-tahun dihitung sejak mulai terinfeksi filaria. Gejala tersebut antara lain adalah pembesaran kaki, tangan, buah dada, dan buah z**ar. Pembesaran organ tersebut terjadi akibat tersumbatnya aliran getah bening oleh penumpukan cacing filaria dalam saluran.

Kadang-kadang pada filariasis kronis tidak terdapat gejala pembesaran, walaupun saluran getah bening juga mengalami kerusakan. Gejalanya adalah proteinuria (ditemukannya protein dalam air kencing) dan hematuria (ada darah dalam air kencing).

Pengobatan filariasis kronis antara lain adalah dengan pemberian Diethyle Carbamazine Citrate (DEC) yang dikombinasikan dengan Albendazole. Sedangkan organ tubuh yang membesar, misalnya kaki dapat dilakukan pembedahan untuk mengembalikannya ke ukuran normal.

Info tambahan Gejala Filariasis Kronis:
  1. Cacing penyebab filariasis adalah cacing golongan Nematoda yang hidup di saluran limfa atau kelenjar getah bening.
  2. Cacing dewasa betina akan menghasilkan mikrofilaria yang masuk ke aliran darah dan menuju aliran darah permukaan tubuh pada waktu-waktu tertentu.
  3. Ada 3 jenis cacing filaria yang dapat menginfeksi manusia, yaitu Wuchereria bancroft, Brugia malayi, dan Brugia Timori.
  4. Larva filaria yang terisap oleh nyamuk vektor akan mengalami perkembangan hingga menjadi bentuk L3. Larva L3 inilah yang dapat menginfeksi manusia lain saat nyamuk vektor menggigit.
  5. Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu saat tidur, menggunakan obat anti nyamuk oles (repellent), menggunakan pakaian tertutup saat keluar rumah, dan lain-lain.