Obat Suntik KB Cyclofem


Apa manfaat atau fungsi obat suntik KB Cyclofem?

Manfaat atau fungsi obat Cyclofem adalah sebagai alat kontrasepsi untuk satu bulan lamanya. Obat ini termasuk ke dalam kelompok kontrasepsi hormonal.

Efektifitas Cyclofem dalam mencegah kehamilan mencapai 99%. Artinya, dari 100 orang wanita yang mendapat suntikan Cyclofem, kurang dari 1 orang kemungkinannya mengalami kehamilan. Tetapi jika suntikan dilakukan terlambat, efektifitasnya turun menjadi 97%.

Cyclofem hanya bermanfaat untuk mencegah kehamilan, tapi tidak bisa mencegah penyakit yang menular lewat hubungan seksual misalnya GO, HIV, dan lain-lain.

Apa isi obat suntik KB Cyclofem?

Isi obat suntik KB Cylofem adalah Medroksiprogenteron Asetat 50 mg dan Estradiol Sipionat 10 mg per ml. Medroksiprogenteron Asetat termasuk golongan hormon progesteron sedangkan Estradiol Sipionat termasuk kelompok hormon estrogen.

Bagaimana cara kerja obat suntik KB Cyclofem?

Hormon progesteron dan estrogen yang dikandung Cyclofem bekerja dengan cara menghambat pelepasan sel telur dari indung telur. Tanpa adanya sel telur, kehamilan tidak akan terjadi. Selain itu, Cyclofem juga mempengaruhi penebalan dinding rahim dan mengentalkan lendir mulut rahim. Lendir tersebut akan menghambat perjalanan sp*rm* ke tempat pembuahan di saluran Fallopi.

Bagaimana aturan pakai obat suntik KB Cyclofem?

Sediaan Cyclofem dalam bentuk cairan siap suntik sebanyak 0,5 ml per vial. Obat ini disuntikkan di otot, baik otot bokong atau otot lengan. Suntikan diulang setiap 28-30 hari. Jika lupa dan suntikan diberikan selang lebih dari 33 hari, maka suntikan biasanya tidak efektif mencegah kehamilan.

Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 5 hari pertama haid atau segera setelah keguguran jika ibu ingin segera ber KB.

Bagi ibu yang pindah dari KB pil, suntikan diberikan dalam waktu 7 hari setelah berhenti minum pil. Sedangkan ibu yang ingin pindah dari KB suntik 3 bulan, suntikan diberikan dalam waktu 11 sampai dengan 13 minggu setelah suntikan terakhir KB 3 bulanan.

Apa efek samping obat suntik KB Cyclofem?

Efek samping Cyclofem biasanya berbeda untuk setiap wanita. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:
  1. Haid tidak teratur, lebih lama atau lebih pendek, lebih banyak atau lebih sedikit.
  2. Tidak haid sama sekali
  3. Sakit kepala
  4. Naik berat badan
  5. Nyeri pay*da*a

Pada kasus dimana haid tidak terjadi, ibu tidak perlu khawatir. Penyebabnya adalah tidak ada pelepasan sel telur dan tidak ada penebalan dinding rahim. Haid terjadi akibat peluruhan dinding rahim yang menebal.

Siapa yang tidak boleh menggunakan obat suntik KB Cyclofem?

Orang yang tidak boleh menggunakan Cyclofem antara lain adalah wanita hamil, mempunyai tumor yang dipengaruhi hormon estrogen, kelainan pembuluh darah otak, penyakit hati, penyakit jantung, penyakit kencing manis. Selain itu Cyclofem juga sebaiknya dihindarkan dari penderita depresi, migren, mioma, hipertensi, amenorea (tidak haid), dan oligomenorea (jarang haid).