Bahaya Vaksin Palsu


Vaksin palsu bukannya memberi manfaat bagi anak, tapi sebaliknya dapat membahayakan kesehatan anak.

Jika vaksin asli berisi antigen penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan, vaksin palsu hanya berisi cairan dan bahan tambahan lain seperti antibiotik yang tidak ada hubungannya dengan tujuan pemberian vaksin. Selain itu, proses pembuatan vaksin palsu pastilah tidak memperhatikan aspek kesterilan. Bisa saja terjadi pencemaran oleh mikroorganisme berbahaya saat produksi berlangsung.

Karena proses produksi vaksin palsu tidak memenuhi kaidah produksi vaksin sebagaimana layaknya, maka vaksin tersebut dapat menyebabkan bahaya berupa infeksi dan tidak adanya kekebalan terhadap penyakit.

Infeksi terjadi jika vaksin yang disuntikkan ke tubuh anak telah terkontaminasi. Bila yang mengkontaminasi termasuk golongan mikroorganisme yang poten, jiwa anak bisa terancam. Tanda-tanda infeksi berupa demam yang berkepanjangan, nyeri parah di tempat suntikan atau timbul gangguan kesadaran.

Selain infeksi, vaksin palsu tidak akan menghasilkan efek kekebalan. Artinya, penyakit seperti polio, TB, hepatitis, dan lain-lain masih dapat menyerang anak. Padahal tujuan utama vaksinasi adalah melindungi anak dari penyakit-oenyakit berbahaya tersebut.

Jika seorang anak diduga mendapat vaksin palsu dan pemberian vaksin baru saja terjadi, maka orang tua harus mengamati apakah ada tanda infeksi menyerang anak. Selain itu, anak sebaiknya di vaksin ulang dengan vaksin asli.

Semoga bermanfaat ....