Kanker Serviks, Menularkah?


Kanker serviks umumnya muncul pada wanita yang pernah melakukan hubungan s3ksu4l. Semakin dini melakukan hubungan, semakin besar risiko terkena kanker tersebut. Oleh karena itu muncul dugaan, kanker serviks ditularkan melalui hubungan s3ksu4l.

Dulu fenomena ini cukup membingungkan, karena kanker bukanlah penyakit menular. Belakangan baru diketahui bahwa kanker serviks memang tidak menular, tapi penyebab kanker servikslah yang menular.

Secara langsung, sel kanker serviks tidak menular dari orang ke orang. Jadi misalnya ada satu sel kanker serviks secara tidak sengaja berpindah ke tubuh orang lain, maka sel tersebut akan mati dan tak bisa berkembang biak. Sifat ini berlaku juga untuk kanker lainnya, misal kanker p4yudar4, kanker paru, atau kanker usus.

Sel kanker serviks muncul akibat adanya invasi virus HPV (human papilloma virus) ke sel serviks yang normal. Virus mengambil alih kontrol sel sehingga sel yang awalnya adalah anak baik, tiba-tiba menjadi ganas, membelah tak terkendali dan membabi buta. Tak hanya itu, rombongan sel durhaka ini akan merusak jaringan di sekitarnya, sekaligus mengirim pasukan ke bagian tubuh lain dan membentuk koloni baru. Oleh karena itu tak heran pada penderita kanker serviks stadium lanjut, ditemukan juga kanker di paru-paru, tulang, otak, dan sebagainya.

Virus HPV sangat menular dengan metode penularan beragam. Mulai dari penggunaan toilet umum yang tidak terjaga kebersihannya, penggunaan alat kebersihan pribadi secara bersama-sama, dan yang paling banyak melalui hubungan s3ksu4l. Jenis penularan terakhir biasanya diperantarai oleh pria.

Penularan virus HPV yang menjadi biang keladi munculnya kanker serviks sebenarnya dapat dicegah. Caranya antara lain menghindari hubungan s3ks resiko tinggi, tidak bergonta-ganti pasangan, dan menjaga kebersihan terutama kebersihan alat reproduksi.