Kencing Nanah bukan Siflis


Seorang anak muda yang doyan jajan pergi ke praktek dokter. Dengan penuh keyakinan ia mengatakan bahwa ia terkena sifilis dan meminta obat untuk penyakitnya itu. Dokter mengajukan beberapa pertanyaan dan memeriksa senjata dan sekujur tubuh si anak muda. Dokter tersenyum lalu berkata, "Anda tidak kena sifilis, cuma kencing nanah".

Seperti halnya anak muda di atas, sebagian orang keliru menyebut kencing nanah sebagai sifilis, padahal kedua penyakit ini berbeda jauh.

Sebab utama kekeliruan tersebut adalah karena kencing nanah maupun sifilis sama-sama ditularkan melalui hubungan seks. Ketika terjadi kontak seksual, muncul luka-luka sangat kecil yang tidak disadari saking kecilnya. Lewat luka itulah, baik bakteri penyebab kencing nanah maupun sifilis, berpindah. Bisa dari pihak wanita ke pria atau sebaliknya, dari pria ke wanita.

Dibalik persamaan tersebut, terdapat perbedaan yang sangat menyolok. Salah satunya dari segi penyebab. Penyakit kencing nanah disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea sedangkan sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Beda keduanya ibarat ayam dan kelinci.

Neisseria bentuknya seperti dua bola yang saling melekat. Di sekujur tubuhnya tumbuh rambut-rambut cukup panjang. Tampaknya rambut-rambut ini digunakan Neisseria untuk menempel pada sp3rma dan memboncenginya sehingga dapat masuk ke saluran kemih. Sedangkan Treponema berbentuk seperti spiral. Bayangkan peredam kejut yang terpasang di ban belakang sepeda motor. Seperti itulah kira-kira parasnya.

Perbedaan lain adalah dari segi gejala. Kencing nanah mempunyai gejala utama perih saat berkemih dan keluar nanah di ujung pipa perkemihan. Gejala ini muncul karena bakteri Neisseria menginfeksi sel-sel di sepanjang saluran kemih. Berbeda halnya dengan sifilis. Gejala utamanya adalah luka borok kecil di alat kelamin yang tidak nyeri dan tidak gatal. Karena tak menimbulkan derita, luka ini sering diabaikan. Tak hanya sampai di situ, sifilis dapat mencetuskan munculnya bintik merah di sekujur tubuh. Masih belum cukup. Jika tak diobati dengan baik, bertahun-tahun kemudian akan muncul benjolan-benjolan aneh di berbagai bagian tubuh, gangguan saraf, juga kerusakan jantung.

Untungnya, kunci pengobatan kedua penyakit menular seksual ini hampir sama yaitu antibiotik. Bedanya hanya pada jenis antibiotik. Kencing nanah dihabisi dengan suntikan seftriakson, ditambah dengan tablet doksisiklin atau azitromisin, sedangkan sifilis diobati dengan suntikan penisilin, ditambah dengan tablet yang sama, doksisiklin atau azitromisin.

Dari perbedaan yang telah disebutkan, ada hal yang menjadi pegangan utama, yaitu ada tidaknya luka borok dan ada tidaknya nanah. Jika ada luka borok berarti sifilis. Jika ada nanah keluar dari ujung pipa perkemihan, berarti kencing nanah. Walaupun kemampuan membedakan kedua penyakit ini penting, ada yang lebih penting lagi, jangan jajan!