Klasifikasi Hipertensi


Hipertensi termasuk dalam jajaran penyakit dengan komplikasi mematikan. Komplikasi stroke misalnya, dapat membunuh pasien dalam hitungan jam. Belum lagi komplikasi lain yang menggerogoti perlahan-lahan seperti pembengkakan jantung dan kerusakan ginjal.

Komplikasi tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan cara pengelolaan hipertensi secara tepat.

Jenis intervensi dalam mengelola hipertensi sangat tergantung pada tingkat kenaikan darah. Agar lebih mudah, para ahli menggolongkan hipertensi ke dalam klasifikasi tertentu berdasarkan kenaikan tersebut.

Menurut besarnya kenaikan tekanan darah, hipertensi dibagi menjadi:

1) Sistolik 120-139 mmHg, diastolik 80-89 mmHg

Disebut Prehipertensi, yaitu kondisi dimana seorang pasien bersiko menjadi hipertensi jika tidak mendapat penanganan yang baik.

2) Sistolik 140-159 mmHg, diastolik 90-99 mmHg

Disebut Hipertensi Derajat I. Hipertensi ini masih kategori ringan dan jarang memicu munculnya komplikasi serius.

3) Sistolik di atas 160 mmHg, diastolik di atas 100 mmHg

Disebut Hipertensi Derajat II. Hipertensi dalam kategori ini termasuk ke dalam level berbahaya, dan harus mendapat penanganan segera. Jika tidak, dapat muncul komplikasi yang tidak diinginkan.

Penentuan klasifikasi hipertensi di atas penting untuk panduan pengelolaan hipertensi dan untuk memprediksi munculnya komplikasi.