Obat Sovaldi (Sofosbuvir)


Hepatitis C termasuk jajaran penyakit hati (hepar) yang serius. Penyakit yang disebabkan virus hep C ini secara perlahan tapi pasti merusak sel hati dan fungsinya. Tak hanya itu, kerusakan bisa berlanjut menjadi sirosis, bahkan kanker hati yang mematikan.

Sebenarnya, sudah ada pengobatan untuk penyakit hepatitis C. Contohnya teleprevir, boceprevir, pegylated interferon alfa-2a, dan ribavirin. Sayangnya, obat-obat tersebut kurang efektif dan mempunyai banyak efek samping. 

Di 2016 ini, BPOM resmi mengijinkan salah satu obat terbaru hepatitis C beredar di Indonesia. Namanya sofosbuvir. Ini adalah versi generik. Walaupun demikian, harganya masih sangat mahal. Untuk satu seri pengobatan selama 12 minggu harganya mencapai 10 juta rupiah. Tapi ini masih mending. Harga obat patennya yaitu Sovaldi sampai 1 milyar rupiah!

Keefektifan sofosbuvir dalam membasmi virus hepatitis C cukup baik. Dari beberapa penelitian klinik menunjukkan hasil di atas 90%. Tapi syaratnya, obat ini tidak boleh diminum sendirian. Harus dikombinasi dengan obat hepatitis C yang sebelumnya sudah ada, misalnya ribavirin. Tujuannya adalah untuk lebih menguatkan efek pengobatan dan mencegah munculnya kekebalan virus terhadap sofosbuvir.

Dosis sofosbuvir tergantung dari suku virus hepatitis C. Sebagai informasi, virus hepatitis C terbagi menjadi tipe 1, 2, 3, dan 4. Untuk tipe 1, 3 dan 4, pengobatan dianjurkan selama 24 minggu. Sedangkan untuk tipe 2 cukup 12 minggu. Sofosbuvir diminum sekali sehari, dianjurkan pada jam yang sama.

Seperti obat pada umumnya, pada orang tertentu sofosbuvir dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, rasa lelah yang sangat, gatal-gatal, mual muntah, susah tidur, dan sebagainya.