Sindrom Goodpasture


"Seorang pasien datang ke klinik dengan keluhan batuk darah dan kencing darah. Terjadi tiba-tiba tanpa ada riwayat penyakit sebelumnya".

Dokter kemudian menanyakan lebih lanjut perihal penyakit pasien. Juga melakukan pemeriksaan fisik. Lalu dokter membuat kesimpulan awal, pasien dicurigai terkena Sindrom Goodpasture.

Sindrom Goodpasture, penyakit apa?

Sindrom Goodpasture adalah penyakit yang terjadi akibat rusaknya paru-paru dan ginjal. Tepatnya di unit alveolus paru dan unit glomerulus ginjal. Alveoli adalah tempat masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida. Sedangkan glomerulus adalah alat untuk menyaring darah, memisahkannya dari sampah metabolisme.

Kerusakan kedua unit ini juga menyebabkan rusaknya pembuluh darah kecil di struktur tersebut. Itulah kenapa gejala yang paling sering muncul adalah perdarahan.

Biang keladi kerusakan alveoli dan glomerulus adalah serangan antibodi tubuh. Koq bisa? Antibodi yang seharusnya menjaga tubuh menjadi seperti orang asing dan mulai menyerang. Analoginya seperti tentara. Alih-alih melindungi rakyat, malah menembaki rakyat. Misalnya pasca cuci otak oleh pihak musuh.

Dalam kasus Sindrom Goodpasture, siapa musuhnya? Belum diketahui pasti. Tetapi beberapa hal berikut dicurigai kuat turut terlibat dalam mencetuskan produksi antibodi pengkhianat:

1. Paparan uap minyak atau bahan kimia, uap kokain, debu logam, dan asap rokok.

2. Infeksi virus misalnya virus influenza.

3. Tindakan pemecahan batu ginjal melalui gelombang suara.

Pertanyaannya, banyak orang yang mengalami hal di atas tapi baik-baik saja. Jawabannya, setiap orang itu unik. Hanya orang-orang tertentu saja yang rentan terkena sindrom Goodpasture. Sebagai info tambahan, hanya sekitar 1 orang yang terkena di antara 1 juta penduduk. Langka sekali.

Sasaran pengobatan sindrom Goodpasture ada dua, yaitu terhadap antibodi pengkhianat dan terhadap organ tubuh yang terkena.

Antibodi yang beredar harus dikeluarkan. Caranya dengan melakukan plasmafaresis. Tindakan ini mampu memisahkan darah dan plasma darah. Plasma yang mengandung antibodi perusak dibuang, diganti dengan plasma sumbangan orang lain (donor). Tindakan ini dilakukan setiap hari selama 2-3 minggu. Cukup melelahkan dan memakan biaya yang tidak sedikit.

Membuang antibodi perusak tanpa menghentikan produksinya merupakan tindakan sia-sia. Untuk itu diberikan obat immunosupresan (contohnya siklofosfamid dan prednison) untuk menghambat produksi.

Tindakan lain yang tak kalah penting adalah mengidentifikasi hal apa yang mencetuskan pasien mendapat ujian berat ini. Misalkan karena bekerja di pabrik kimia, maka dianjurkan untuk berhenti bekerja di tempat tersebut.

Setelah masalah antibodi teratasi, langkah selanjutnya adalah penilaian terhadap fungsi paru-paru dan ginjal. Jika paru-paru rusak berat, pasien biasanya tidak dapat bertahan lama. Khusus untuk ginjal, walaupun kerusakan sudah parah, masih ada jalan lain berupa cuci darah atau cangkok ginjal.

Kunci dari kesembuhan pasien adalah kecepatan identifikasi dan penanganan penyakit. Jika cepat, hanya sedikit alveoli dan glomerulus yang terkena. Sehingga fungsi paru dan ginjal masih bisa diharapkan.

Sayangnya, seringkali identifikasi dan pengobatan terlambat, dan penyakit berakhir fatal.