Menu Close

Mengejutkan!! Fakta Baru Virus Corona Sangat Berbahaya, Berikut Penjelasanya

Hello temen temen ilmu dokter

Virus Corona atau disebut juga dengan nama COVID-19 merupakan virus terbaru yang akhir akhir ini menjadi musibah bagi seluruh dunia tak terkecuali indonesia, virus yang berasa dari negeri china atau tepatnya di provinsi hubei sudah banyak menjangkiti beberapa negara lainya.

jika belum banyak yang tau bahwasanya virus ini menular melalui droplets (percikan cairan dari hidung atau mulut) saat seseorang bersin, batuk ataupun berbicara, selain itu juga virus ini bisa menular melalui benda yang ikut terkontaminasi. seperti apa perkembanganya ?

Dari teori liar kini muncul fakta baru tentang virus corona

Beberapa bulan yang lalu, wakil kepala biro urusan sipil shanghai, tiongkok mengatakan bahwa virus corona juga bisa menyebar lewat udara, kala itu klaim kontroversial ini menimbulkan banyak kepanikan. menurut para ahli dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit tiongkok, tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan argumen tersebut

Bantahan juga datang dari pakar virus di australian infection diseases recearch center. dia berkata, pernyataan atau argumen tersebut hanya klaim liar tanpa adanya bukti pendukung.

Laporan WHO dalam report of the WHO-china joint mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) juga mengatakan hal yang sama, disana jelas di katakan, penyebaran melalui udara tidak diyakini sebagai pendorong utama transmisi berdasarkan bukti yang tersedia.

Berkaitan dengan Aerosol

corona virus yang menempel selama beberapa jam atau hari pada permukaan benda memang bukan rahasia lagi. Virus ini bisa menempel pada plastik hingga baja. Namun, bagaimana dengan kemampuan bertahan di udara? 

WHO akhirnya angkat bicara. Melalui Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove, WHO menjelaskan fakta terbaru mengenai virus korona Wuhan.

“Jika dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol (sistem tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara) seperti di fasilitas perawatan medis, ada kemungkinan aerosolize partikel, yang berarti mereka bisa lebih lama ada di udara,” kata Kerkhove dalam CNBC International, Minggu (22/03).

Kerkhove menambahkan, petugas kesehatan kini perlu mengambil tindakan pencegahan tambahan, ketika berhadapan dengan pasien positif COVID-19. Contohnya, menggunakan masker N95 yang mampu menyaring sekitar 95 persen dari semua partikel cair atau udara. 

Hal yang perlu dicatat, bahwa virus corona memang bisa bergerak di udara, tetapi semua ini bergantung dengan berbagai faktor. Misalnya, suhu dan kelembapan lingkungan. Nah, meski bisa bertahan di udara, benarkah virus corona juga bisa menular melalui udara?

Hanya Sebatas Teori

Terdapat studi menarik yang bisa kita simak. Studi dari The New England Journal of Medicine bertajuk: Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. Apa kata para pakar dalam studi tersebut? 

Di sana disebutkan, virus corona bisa hidup hingga tiga jam di udara, mirip dengan saudara kandungnya, yaitu SARS-CoV-1 (penyebab SARS). Lalu, dapatkah virus ini menular lewat udara? 

“Kami sama sekali tidak mengatakan bahwa ada transmisi (penularan) virus secara aerosol, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa virus tetap bertahan untuk jangka waktu yang lama dalam kondisi tersebut, sehingga secara teori dimungkinkan,” jelas pemimpin studi Neeltje van Doremalen di National Institute of Allergy Infectious Diseases.

Kabar baiknya, virus corona yang hidup di udara tidak cukup kuat untuk menular ke orang-orang yang secara fisik tidak dekat, dengan mereka yang terinfeksi COVID-19. Namun, prosedur yang digunakan para petugas kesehatan cenderung menghasilkan aerosol. Nah, hal ini yang mungkin akan menimbulkan masalah

(Visited 10 times, 3 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *